Sejarah Perkembangan Kapitalisme Indonesia
“Konsepsi materialis tentang sejarah dimulai dari proposisi bahwa
produksi kebutuhan-kebutuhan untuk mendukung kehidupan manusia dan, di
samping produksi, pertukaran barang-barang yang diproduksi, merupakan
dasar dari semua struktur masyarakat; bahwa dalam setiap masyarakat yang
telah muncul dalam sejarah, cara kekayaan didistribusi dan cara
masyarakat dibagi ke dalam kelas-kelas atau tatanan-tatanan bergantung
pada apa yang diproduksi, bagaimana itu diproduksi, dan bagaimana
produk-produk itu dipertukarkan. Dari sudut pandang ini, sebab-sebab
akhir dari semua perubahan sosial dan revolusi-revolusi politis mesti
dicari, tidak dalam benak-benak manusia, tidak dalam wawasan manusia
yang lebih baik akan kebenaran dan keadilan abadi, tetapi di dalam
perubahan-perubahan dalam cara-cara produksi dan pertukaran. Itu semua
mesti dicari, tidak dalam filsafat tetapi di dalam perekonomian satu epos tertentu.” (Engels, Anti-Duhring)


